IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DISENTRI
Keywords:
Sistem Pakar, Disentri, Certainty Factor, Ketidakpastian, WaterfallAbstract
Disentri merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan diare disertai lendir atau darah, yang jika tidak ditangani secara cepat dapat menyebabkan dehidrasi akut hingga kematian. Keterbatasan jumlah dokter spesialis anak atau ahli gastroenterologi di fasilitas kesehatan daerah sering kali mengakibatkan keterlambatan diagnosis awal bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Certainty Factor (CF) dalam membangun sebuah sistem pakar yang mampu mendiagnosis penyakit disentri berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien. Metode CF digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dalam penalaran klinis dengan cara menghitung nilai Measure of Belief (MB) dan Measure of Disbelief (MD) yang bersumber dari pengetahuan seorang pakar (dokter). Proses rekayasa perangkat lunak dalam penelitian ini menggunakan model Waterfall, mulai dari analisis kebutuhan hingga pengujian fungsionalitas sistem. Sistem pakar berbasis web yang dihasilkan dapat mengolah data gejala inputan pengguna, melakukan inferensi aturan (rule-based reasoning), dan menampilkan hasil diagnosis penyakit beserta tingkat keyakinan dalam bentuk persentase, serta memberikan rekomendasi tindakan penanganan awal. Pengujian sistem menggunakan metode Black-Box Testing menunjukkan seluruh fungsi berjalan dengan baik, dan uji akurasi klinis menunjukkan bahwa hasil komputasi sistem memiliki tingkat keselarasan yang tinggi dengan diagnosis manual pakar. Sistem ini diharapkan dapat menjadi alat bantu skrining awal yang efektif bagi masyarakat maupun tenaga medis di puskesmas atau rumah sakit
Downloads
References
[1] A. Pratama dan R. Purwanto, "Analisis Faktor Risiko Kejadian Disentri Klinis pada Anak Balita di Fasilitas Kesehatan Masyarakat," Jurnal Kesehatan Epidemiologi, vol. 8, no. 1, pp. 12–19, 2023.
[2] N. L. P. Santika dan I. M. Sukarsa, "Sistem Pendukung Keputusan Klinis untuk Identifikasi Infeksi Saluran Pencernaan Akut," Jurnal Rekayasa Medika, vol. 11, no. 2, pp. 85–93, 2023.
[3] M. R. Fachrizal, "Tantangan Distribusi Tenaga Medis Spesialis dan Dampaknya Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Daerah," Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, vol. 16, no. 3, pp. 142–150, 2023.
[4] S. Ramadhan dan E. Purwanto, "Studi Perilaku Swamedikasi Kasus Diare Akut dan Risiko Resistensi Mikroba pada Masyarakat Urban," Jurnal Farmasi Klinis Indonesia, vol. 12, no. 1, pp. 34–43, 2024.
[5] D. Setiawan dan R. Kusuma, "Penerapan Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital Sektor Kesehatan Elektronik," Jurnal Sistem Informasi dan Informatika, vol. 6, no. 2, pp. 102–111, 2023.
[6] F. Handayani, "Eksplorasi Metode Sistem Pakar dalam Mendiagnosis Penyakit Tropis Menular Berbasis Aturan," Jurnal Komputasi Ilmiah, vol. 10, no. 1, pp. 54–62, 2024.
[7] M. T. Anwar, "Manajemen Ketidakpastian Data Gejala Klinis pada Pengambilan Keputusan Medis Menggunakan Sistem Cerdas," Jurnal Tekno-Medika, vol. 9, no. 2, pp. 77–86, 2023.
[8] W. Utami dan B. Nugroho, "Komparasi Algoritma Sistem Pakar: Analisis Komparatif Antara Certainty Factor dan Dempster-Shafer pada Diagnosis Penyakit Endemik," Jurnal Media Informatika Budidarma, vol. 7, no. 4, pp. 1820–1829, 2023.
[9] A. R. Sutedja, "Penerapan Nilai Measure of Belief dan Measure of Disbelief pada Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Dalam," Jurnal Sains dan Teknologi Komputer, vol. 5, no. 1, pp. 23–31, 2024.
[10] H. Sitorus dan M. R. Fachrizal, "Rancang Bangun Sistem Pakar Berbasis Web Menggunakan Metode Certainty Factor untuk Skrining Awal Penyakit Infeksi Pencernaan," Jurnal Teknologi Informasi SINTA, vol. 6, no. 1, pp. 45–54, 2025.